JT - Presiden RI Joko Widodo dan Perdana Menteri (PM) Papua Nugini James Marape bertemu dalam kunjungan resmi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (15/7). Pertemuan tersebut menghasilkan empat perjanjian kerja sama.
Dalam pernyataan pers bersama, Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa kerja sama bilateral yang dibahas dengan PM Marape, termasuk di bidang pertahanan, sangat penting untuk memperkuat keamanan kedua negara.
Baca juga : Bulog Ditugaskan Serap 1 Juta Ton Jagung pada 2025 dengan HPP Rp5.500/Kg
"Indonesia juga menyambut baik pelaksanaan 'join business forum' yang kedua dan penandatanganan dua MoU lintas batas darat untuk angkutan penumpang dan barang," kata Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Senin.
Presiden Jokowi menilai bahwa kerja sama di bidang transportasi lintas batas darat untuk penumpang dan barang ini sangat penting untuk meningkatkan ekonomi dan mempererat hubungan antarwarga di perbatasan.
Adapun dua perjanjian kerja sama atau nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) tentang angkutan lintas batas itu adalah sebagai berikut:
Baca juga : Akses Stasiun Kereta Cepat di Tol Japek Bakal Ditutup Permanen
- MoU "cross border movement for commercial bus and goods" atau pergerakan lintas batas untuk bus atau transportasi komersial lainnya. Kerja sama ini mengatur mekanisme transportasi perlintasan angkutan umum dari Jayapura, Indonesia, menuju Vanimo, Papua Nugini.
Bagikan