JT - Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Saifullah Yusuf, mengumumkan bahwa pihaknya akan memanggil lima orang Nahdliyin yang baru-baru ini viral di media sosial karena bertemu dengan Presiden Israel Isaac Herzog.
“Yang bersangkutan akan dipanggil untuk dimintai keterangan dan penjelasan lebih dalam tentang maksud tujuannya, latar belakang, dan siapa yang memberangkatkan, serta hal-hal prinsip lainnya,” ujar pria yang akrab disapa Gus Ipul dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin.
Baca juga : Pemkab Bogor Bangun 3.771 Hunian Tetap Bagi Penyintas Bencana
Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa PBNU juga akan memanggil pimpinan badan otonom (banom) dan lembaga yang terkait dengan kelima orang tersebut.
“Ketua Umum juga akan memanggil pimpinan banom dan lembaga yang menjadi pengabdian yang bersangkutan,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa jika ditemukan adanya pelanggaran organisasi, kelima orang tersebut mungkin akan diberhentikan dari statusnya sebagai pengurus lembaga atau banom.
Baca juga : Antisipasi Kepadatan, One Way di Tol Cipali Cirebon Diberlakukan Lebih Awal
Saifullah Yusuf menyayangkan kunjungan kelima orang tersebut yang mengatasnamakan pemuda NU ke Israel dan bertemu dengan Isaac Herzog. Menurutnya, kunjungan tersebut tidak mendapat mandat dari PBNU dan tidak pernah meminta izin terlebih dahulu.
“Kepergian mereka ke Israel adalah tindakan yang sangat tidak bijaksana di tengah situasi yang memanas antara Israel dan Palestina. Apalagi, NU sebagai organisasi berada di barisan depan mengutuk serangan terus-menerus yang dilakukan Israel,” ujarnya.
Bagikan