JAKARTATERKINI.ID - Peneliti dari Pusat Kedokteran Herbal Universitas Gadjah Mada (UGM), Arko Jatmiko Wicaksono, telah mengembangkan sebuah aplikasi skrining doping untuk mencegah para atlet dari mengonsumsi produk obat atau suplemen yang mengandung senyawa doping tanpa disadari.
"Kami ingin para atlet terhindar dari kejadian tidak disengaja mengonsumsi doping," ungkap Arko Jatmiko dalam pernyataannya di Yogyakarta.
Baca juga : McLaren Optimis Tampil Kompetitif di Ajang Formula One 2024
Arko, yang juga merupakan dosen di Departemen Farmakologi dan Terapi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM, mencatat bahwa ada lebih dari 2.500 produk obat dan suplemen kesehatan yang terdaftar di BPOM dan diduga mengandung senyawa doping.
"Di samping itu, masih ada suplemen yang tidak terdaftar di BPOM yang beredar luas dan dapat dengan mudah dibeli secara online," tambahnya.
Dia menjelaskan bahwa doping adalah zat yang digunakan untuk meningkatkan daya atau kekuatan.
Baca juga : Manchester City Pastikan Tempat di Perempat Final dengan Mengalahkan Copenhagen 3-1
Menurut Arko, senyawa doping dapat ditemukan dalam berbagai bentuk, termasuk obat, suplemen, hormon, dan sebagainya.
"Banyak atlet kehilangan gelar juara mereka karena terbukti mengonsumsi doping," jelas Arko.
Bagikan