JAKARTATERKINI.ID - Gerakan Tanam Pangan Cabai (Gercep) di Kabupaten Tangerang, Banten, melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam penanaman 1.500 bibit cabai.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang, Asep Jatnika, menyatakan bahwa inisiatif ini diharapkan dapat menghasilkan 1,5 ton pangan cabai.
Baca juga : Mentan Targetkan Produksi Beras Sulsel 32 Juta Ton pada 2025 dengan Transformasi Teknologi
"Penanaman cabai ini memiliki dampak signifikan terhadap inflasi daerah. Pemberian 1.500 bibit cabai kepada ASN di lingkup Puspemkab Tigaraksa diharapkan dapat menghasilkan sekitar 1,5 ton cabai rawit," katanya.
Langkah ini diambil dalam rangka menekan laju inflasi di daerah tersebut, di mana inflasi year on year per 31 Desember 2023 untuk Banten sekitar 3,06 persen.
"Cabai memiliki kecenderungan peningkatan harga menjelang Hari Idul Fitri dan pada bulan November sampai Februari. Oleh karena itu, kami juga berencana untuk melakukan pembagian benih pada bulan Maret mendatang," ujarnya.
Baca juga : Menkes: Fatalitas Mpox di Indonesia Rendah dan Terkendali
Pada bulan Agustus, mereka akan melakukan penanaman cabai secara menyeluruh dengan program Gercep, khususnya untuk cabe rawit. Asep berharap program ini dapat mencetak Rekor MURI.
Dengan Gercep, Asep berharap partisipasi seluruh lapisan masyarakat, termasuk kepala desa, lurah, dan camat, dalam menggalakkan dan mensosialisasikan program tersebut.
Bagikan