JT - Inggris akan mengirimkan pasukan tambahan ke Timur Tengah sebagai respons terhadap ketegangan yang meningkat di kawasan setelah terbunuhnya Ismail Haniyeh, pemimpin politik kelompok perjuangan Palestina, Hamas.
Pemerintah Inggris mengumumkan pada Sabtu (3/8) bahwa pengiriman personel militer ini bertujuan untuk mendukung operasional Kedutaan Besar Inggris serta membantu warga negara Inggris di kawasan tersebut.
Baca juga : Data Studi Menyebut Jumlah Korban Tewas di Gaza Diperkirakan Lampaui 186 ribu jiwa
Selain itu, Operasi Perdagangan Maritim Kerajaan Inggris telah menerima laporan tanda bahaya dari kapal yang berlayar di barat daya pelabuhan Aden di Yaman.
Kepala pertahanan Israel, Yoav Gallant, dan Menteri Pertahanan Inggris, John Healey, telah berdiskusi mengenai pentingnya pembentukan koalisi untuk melindungi Israel dari ancaman Iran dan sekutunya di tengah meningkatnya konflik.
Kematian Haniyeh dikonfirmasi oleh Hamas setelah serangan Israel di kediamannya di Teheran, Iran, saat ia menghadiri acara pelantikan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian. Hamas menyalahkan Israel dan Amerika Serikat atas kematian Haniyeh dan mengancam akan membalas tindakan tersebut. * * *
Baca juga : Unjuk Rasa di Beberapa Negara Eropa Menyuarakan Tuntutan Gencatan Senjata di Gaza
Bagikan